September 27, 2022
Bagikan di akun sosial media anda

ArahBatin.com | Husnudz dzan-nya orang khash itu dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, percaya kepada Allah – tawakkal kepada-Nya. Adapun husnudz dzan-nya orang awam bisa menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah dan rindu bertemu fadhal dan rahmat Allah. Oleh karenanya Syekh Ibnu ‘Atha‘illah berkata:

الْعَجَبُ كُلُّ الْعَجَبِ مِمَّنْ يَهْرَبُ مِمَّا لاَ انْفِكَاكَ لَهُ عَنْهُ

“Sungguh mengherankan, orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa terlepas darinya.”

Paling mengherankannya sesuatu yang mengherankan adalah orang yang berlari dari apa yang ia tidak bisa terbebas lepas darinya (Allah).

Mengherankan sekali seorang hamba yang berlari dari Allah, menjauhi amal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan menyibukkan diri mengumbar syahwat, memperturutkan kenikmatan dunia, serta membelakangi akhirat.

وَ يَطْلُبُ مَا لاَ بَقَاءَ لَهُ مَعَهُ فَإِنَّهَا لاَ تَعْمِي الأَبْصَارَ

“Dan malah mencari yang tidak kekal baginya ‘sesungguhnya mata kepala itu tidak buta’.”

Dan malah mencari sesuatu yang tidak kekal abadi bagi-Nya, sesungguhnya hal itu tidak disebabkan butanya mata dzahir atau mata kepala, akan tetapi disebabkan matinya mata hati.

Jika engkau mengalaminya, wahai murid, carilah sesuatu yang kekal. Yakni, engkau berbuat amal yang bisa mendekatkan dirimu kepada Allah dengan ikhlas, tidak dengan riya’.

Disadur dari buku Syarah Al-Hikam Ibnu Atha’illah: KH. Sholeh Darat. Sahifa. 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

You cannot copy content of this page