September 27, 2022
Bagikan di akun sosial media anda

ArahBatin.com | Dalam satu ceramahnya Gus Baha menerangkan agar tidak membesar-besarkan masalah.

Menurut Gus Baha, orang yang terlalu membesar-besarkan masalah bisa mengakibatkan orang susah menjalankan syariat Islam.

Oleh karena itu, Gus Baha juga menyarankan agar menghindari hal tersebut.

Karena kata Gus Baha, bisa berpotensi sulitnya orang dalam menjalankan syariat Islam.

“Jangan Terlalu Membesar-besarkan Hal Yang Berpotensi Membuat Orang Biasa Jadi Susah Menjalankan Syariat Islam,” tegas Gus Baha dikutip ArahBatin.com dari kanal YouTube Santri Mbontot pada Senin, 18 April 2022.

Kemudian Gus Baha menyarankan supaya hindarilah omongan Seperti Misalnya Saat Bulan Ramadhan: “Rugi, Ramadhan Hanya Setahun Sekali Kok Gak Sholat Tarawih Di Masjid Berjama’ah.”

Karena itu namanya tak menghargai perasaan orang lain.

“Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati.”

Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja.” terang Gus Baha.

Lalu kata Gus Baha tarawih itu sunnah, sementara mencari nafkah itu wajib.

Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang paling utama.

“Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, namun beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib,” jelasnya.

Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat.

Kemudian Gus Baha mengatakan bahwa kanjeng Nabi itu sangat suka sholat, suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis.

Lalu Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya, khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya.

Gus Baha juga pernah disowani oleh kiyai yang mengeluh karena jama’ahnya tak bertambah.

Sambil tertawa Gus Baha menjawab, “loh jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat.”

“Loh ko bisa, Gus?”

“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya, mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu, dia mungkin sedang makan nasi berkat dengan keluarganya,”

“Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal, nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya.” terang Gus Baha.

Lalu kiyai itu terdiam kemudian berkata, “Masa sih, Gus?”

“Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya, makanya, jadi kiyai itu yang bijak”.

“Kiai itu penyangga banyak umat, kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja”.

“Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah.” tutur Gus Baha.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

You cannot copy content of this page