September 27, 2022
Bagikan di akun sosial media anda

ArahBatin.com | Dalam sebuah hadits disebutkan; Rasulullah Saw. bersabda “Malaikat Jibril datang kepadaku dengan wajah bersinar dan terlihat gembira, lalu akupun bertanya, “Wahai Jibril, saudaraku, aku belum pernah melihatmu sebahagia hari ini, ada apakah gerangan?”

Jibril a.s. menjawab, “Wahai Rasulullah Saw, aku membawa kabar yang membahagiakan.”

Nabi bertanya lagi, “Kabar apakah itu Jibril?”

Jibril mulai bercerita, “Aku keluar dari bumi, saat sampai gunung Qaf, aku mendengar suara keluhan, rintihan dan tangisan yang sangat keras, akupun mendatanginya, setelah aku lihat, ternyata itu suara temanku sendiri dari golongan malaikat muqarrabin, kedua sayapnya patah, wajahnya penuh lumpur, air matanya terus mengalir seperti darah. Dia melihatku dan mulai mengenaliku, aku sudah tahu sejak awal bahwa dia termasuk malaikat muqarrabin yang dulu duduk di kursi yang kanan kirinya dijaga oleh tujuh puluh ribu malaikat, semuanya berbaris rapi siap melayaninya, di antara malaikat tersebut, ada malaikat nafas yang dari setiap hembusan nafasnya, Allah menciptakan satu malaikat.”

Lalu akupun bertanya kepadanya, “Wahai saudaraku, apa dosa yang telah engkau lakukan pada Allah?”

Malaikat itu menjawab, “Ketika malam isra’nya tuannya para utusan Allah, yakni Nabi Muhammad Saw, semua malaikat langit menghadap dan menemui untuk menghormatinya, saat itu aku masih sibuk dengan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabku, karenanya aku tidak bisa hormat dengan sempurna. Aku sedang duduk di kursiku saat Nabi lewat, sehingga aku belum sempat berdiri untuk memberikan penghormatan. Karena itulah, Allah menyiksaku dan membuangku ke tempat seperti ini.”

Malaikat Jibril berkata kepada Nabi, “Setelah itu aku bersimpuh di hadapan Allah, memohon syafa’at dan ampunan untuk malaikat tersebut.”

Halaman 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

You cannot copy content of this page