September 29, 2022
Bagikan di akun sosial media anda

ArahBatin.com | Namanya Hasan bin Yasar, dikenal juga dengan nama Hasan bin Abi al-Hasan bin Abu Sa’id al-Bashri. Ia dilahirkan pada tahun 21 H, dalam sebuah perjalanan dari Saba Maisan menuju Madinah. Kedua orangtuanya adalah budak yang dimerdekakan.

Ayahnya adalah budak Zaid bin Tsabit al-Anshari (sekretaris Rasulullah), sedangkan ibunya adalah budak Ummu Salamah (Ummul Mukminin, Istri Rasulullah). Tak ayal, Hasan Bashri pernah disusui dan diasuh langsung oleh Ummu Salamah. Boleh jadi karena wasilah itulah, menjadi berkah tersendiri bagi seorang Hasan Bashri.

Masa kecil Hasan Bashri dihabiskan di Madinah dan sejak dini pula ia sudah menunjukkan ketekunannya belajar agama kepada para Sahabat besar kala itu. Tak pelak, ia kemudian dikenal sebagai ulama yang ‘super komplit’ baik kepribadian, keilmuan, kefasihan serta kezuhudannya. Ia menjadi rujukan utama bagi para Tabi’in dan Tabi’it Tabi’iin dalam memahami al-Qur’an, al-Hadits, fikih, dan keilmuan lainnya. Hasan Bashri lantas berhijrah ke Bashrah dan menjadi pendakwah di sana.

Syahdan, nama Hasan Bashri, selalu dicatat dengan ‘tinta emas’. Nasihat-nasihatnya, hasil ijtihad hukumnya, penafsiran ayatnya, serta riwayat haditsnya bertebaran di dalam kitab-kitab para ulama fikih, tafsir, hadits, bahasa dan cabang keilmuan Islam lainnya sepanjang zaman.

Pengetahuannya bagaikan cakrawala yang luas sehingga ia dikenal dengan Syaikhul Bashrah. Asy-Sya’bi berkata kepada serombongan kafilah yang hendak ke Bashrah, “Jika kalian melihat orang paling tampan, paling berwibawa di sana, maka ia bernama Hasan Bashri.”

Sementara Muhammad bin Sa’ad berkata, “Hasan Bashri adalah seorang yang jami’ (penghafal al-Qur’an), alim, mulia, fakih, tsiqah, dan ahli hujjah (kuat argumentasinya), amanah, ahli ibadah, luas ilmunya dan rupawan fisiknya. Ia juga seorang khatib dan pendakwah yang paling fasih lisannya.” (Siyar A’lam an-Nubala, 4/563)

Malik bin Dinar pernah menyebutkan orang-orang yang memiliki nasihat mulia yang menyentuh jiwa manusia, di antaranya adalah Hasan Bashri. Sebelum memberikan nasihat kepada orang lain, ia lebih dahulu mempraktikan nasihatnya secara istiqamah. Inilah yang membuat nasihatnya langsung mengetuk hati orang banyak.

Halaman 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

You cannot copy content of this page