September 27, 2022
Bagikan di akun sosial media anda

Arah Batin | Habib bin Muhammad al-Ajami al-Basri nama lengkapnya. Jauh sebelum namanya ngetop karena kesalehannya, Habib al-Ajami adalah seorang rentenir yang amat tajir. Perjalanan tobat Habib al-Ajami dikisahkan oleh Farid al-Din Attar dalam bukunya berjudul Tadhkirat al-Auliya’.

Habib al-Ajami adalah orang Persia yang menetap di Basrah. Dia juga kadang disebut Habib al-Farisi. Habib dikenal sebagai salah seorang perawi hadits ternama dari jalur al-Hasan al-Basri , Ibnu Sirin , dan otoritas-otoritas lainnya.

Farid al-Din Attar mengisahkan pertobatan Habib al-Ajami dari kehidupannya yang gemar bersenang-senang dikarenakan oleh pengaruh al-Haan; dia sering hadir pada kelas-kelas ceramahnya, dan menjadi salah satu rekan terdekatnya.

Baca juga: Ijazah Mbah Moen: Baca Wirid Ini di Waktu Subuh Maka Rezeki Akan Lancar dan Bebas Hutang

Dalam Tarikh Ad Dimasyq karya Ibnu Asakir, dikatakan bahwa Habib juga adalah murid dari Hasan al-Basri dan kelak dia menjadi seorang pemuka sufi pada abad ke-2 H. Habib al-Ajami dikenal sebagai pribadi yang ahli ibadah dan zuhud terhadap dunia. Beliau wafat pada tahun 120 H.

Rentenir Kaya

Pada awalnya, Habib al-Ajami adalah rentenir yang kaya raya. Setiap hari dia berkeliling untuk menagih para pengutang. Jika dia tidak mendapatkan uang, dia akan menuntut pembayaran dalam bentuk sepatu kulit.

Dengan cara ini dia mendapatkan pemasukkan hariannya. Suatu hari dia pergi mencari salah seorang pengutang. Orang yang dicari sedang tidak ada di rumahnya; Karena gagal menemuinya, dia menuntut pembayaran dari sepatu kulit.

“Suamiku sedang tidak ada di rumah,” kata istri si pengutang kepadanya. “Aku sendiri tidak punya apa-apa untuk diberikan padamu. Kami telah memotong seekor domba, tetapi tinggal lehernya yang tersisa. Jika engkau suka, aku akan memberimu itu.”

Halaman 1 2 3 4 5 6

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

You cannot copy content of this page