November 4, 2023
Bagikan di akun sosial media anda

Arah Batin | Sedikit berkisah apa yang saya dengar Subuh tadi pada kajian taklim di Pawastren Masjid Agung Surakarta, tiba-tiba ada pembahasan soal sedekah sir/sembunyi-bunyi. Maka sang ustadz mencoba mengilustrasikan sedekah sirr ini dengan mengkisahkan sosok KH. Hamid Pasuruan atau Mbah Hamid. Dari pemaparan sang ustadz itu, dahulu di masa hidup Mbah Hamid, di area sekitaran kota Pasuran tiap Subuh rumah-rumah janda, fuqara dan masakin sering sekali kedapatan pintu rumah-rumah mereka ada sembako makanan, baik itu beras, gula, dan lainnya.

Dan kebanyakan dari mereka, yakni yang menerima itu selama bertahun-tahun ya tentu senang, dan menganggap itu menjadi suatu hal yang biasa. Pokoknya bagi mereka kalau sembako habis, ya kali saja tiap Subuh di depan pintu mereka kedapatan sembako. Dan Subhanallah mereka (para janda, fuqara dan masakin) tidak merasa penasaran sejatinya siapa yang menaruh sembako-sembako tersebut. Sing penting oleh sembako. Mungkin kira-kira seperti itu.

Kemudian Mbah Hamid pun wafat, maka sembako-sembako tersebut tak ada lagi. Para janda, fuqara dan masakin sekitaran area kota Pasuruan barulah terheran-heran; kenapa sekarang tiap Subuh tak ada lagi sembako di dapan pintu rumah-rumah mereka? Kata sang ustadz yang saya dengar dari kisahnya, bahwa jenazah Mbah Hamd pada bahunya ada macam kapalan (lapisan kulit menebal).

Baca juga: Mbah Moen Ungkap Rahasia Rezeki di Usia 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70, dan 77 Tahun, Usia 42 Penentu

Maka mereka pun geger/takjub bahwa selama ini yang menaruh sembako tiap Subuh di depan pintu-pintu para janda, fuqara dan masakin adalah Mbah Hamid Pasuruan. Walhasil, sosok Mbah Hamid menjadi sangat dicintai oleh para fuqara dan masakin karena memang rasa solidaritas Mbah Hamd yang sangat peduli terhadap mereka. Kisah ini persis seperti kisah Sayyidina Ali Zainal Abidin as-Sajjad yang sering pula dikisahkan oleh para asatidz dalam ceramah-ceramah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page