February 21, 2024
Bagikan di akun sosial media anda

Saya menyimpulkan, bahwa sejatinya apa yang ada dalam kisah-kisah salaf terdahulu, orang-orang saleh, ulama dan auliya seraya pula mempraktikkan atau meniru mereka. Maka tak ayal, maqam derajat mereka diangkat oleh Allah swt., tentu diantara kita sering dengar dari pemaparan para ustadz kisah-kisah orang saleh dahulu, tapi banyaknya di antara kita hanya sebatas kekaguman, ajieb Masya Allah, itu saja ekspresi kita. Tak berpikir bagaimana mencoba menirunya, mengamalkannya.

Baca juga: Sayyid Muhammad Al-Maliki: Doa Dari Rasulullah ﷺ Agar Dunia Mengejarmu

Walhasil, derajat atau maqam kita hanya sebatas menjadi “Wali Murid” atau “Wali Santri”, dan sangat jauh dapat mencapai “Wali Allah” karena sebab bedanya ekspresi. Orang-orang dahulu mengekspresikannya dengan meniru dan mengamalkan, sedang ekspresi kita hanya sebatas decak kekaguman! Seperti saya bukan anda.

Ditulisan di Aula Masjid Agung Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page